Recent Posts

Senin, 13 Februari 2012

Dakwah Islam Di Zaman Modern

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, Islam adalah agama yang salah satu penyebarannya menggunakan dakwah sebagai medianya. Karena dengan berdakwah, masyarakat lebih mudah terbuka dan menerima kebenaran dibandingkan melalui jalan peperangan. Lalu apakah yang dimaksud dakwah itu ?

a.     Menurut Syech Ali Mahfudh, dakwah ialah :

حث النا س على الخير والهدى والا مر با المعروف والنهي عن المنكر ليفو )زوا بسعا دة  العا جل والا جل(  
 (Syekh Ali Mahfudh, 1952: 17)  
                                                                                            
Artinya:
"Mendorong manusia agar berbuat kebajikan dan petunjuk, menyuruh mereka berbuat yang ma’ruf dan melarang mereka berbuat mungkar, agar mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat."
b.    M. Isa Anshary (1984: 17) memberikan definisi bahwa dakwah Islamiyah artinya menyampaikan seruan Islam, mengajak dan memanggil umat manusia agar menerima dan mempercayai keyakinan dan pandangan hidup Islam.


So, dakwah di era modern adalah dakwah yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masyarakat modern, baik dari segi materi, metode, dan media yang akan digunakan. Sebab mungkin saja materi yang disampaikan itu bagus, tetapi metode atau media yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat modern, maka dakwah akan mengalami kegagalan. Begitu pula sebaliknya, mungkin saja media atau metode yang digunakan sesuai dengan kondisi masyarakat modern, akan tetapi materi yang disampaikan kurang tepat, apalagi bila tampilan kemasannya kurang menarik, juga dakwah akan mengalami kegagalan. 

Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan dakwah  yang efektif di era modern maka juru dakwah sebaiknya adalah orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, menyampaikan  materi atau isi pesan dakwah yang aktual, dengan menggunakan metode yang tepat dan relevan dengan kondisi masyarakat modern, serta menggunakan media komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya.

Kaum orientalis, yang sejak lama mengadakan studi tentang Islam dan umat Islam, mempelajari perkembangan modern tersebut. Hasil penyelidikan itu pada mulanya mereka siarkan dalam bentuk artikel di majalah-majalah ilmiah seperti Muslim World, Studia Islamica dan sebagainya, kemudian dalam bentuk buku  seperti Islam and modernism in Egypt yang dikarang oleh CC. Adams tahun 1933, Modern Islam in India, yang ditulis oleh W.C. Smith di tahun 1943, Modern Trends in Islam yang disusun oleh H.A. R Gibb di tahun 1946. Hasil penyelidikan kaum Orientalis Barat ini segera melimpah  ke dunia Islam.

Kaum terpelajar Islam  mulailah pula  memusatkan perhatian pada perkembangan modern dalam Islam dan kata modernisme pun mulai diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang dipakai dalam Islam seperti al-tajdid dalam  bahasa Arab,  dan pembaharuan dalam bahasa Indonesia.  Karena  kata modernisme dianggap mengandung arti-arti negatif di samping arti-arti positif, maka untuk menjauhi arti-arti negatif itu, lebih baik kiranya dipakai terjemahan Indoensia yaitu pembaharuan (Harun Nasution, 1975: 11).

Kemudian, apa saja metode yang digunakan dalam berdakwah ?
Hadits Nabi Muhammad Saw :

ادْعُ إِلَ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَىْ ظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَن
 
“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik …….“ [ Q.S. An-Nahl 16: 125 ].
Dari ayat tersebut dapat difahami prinsip umum tentang metode dakwah Islam yang menekankan ada tiga prinsip umum metode dakwah yaitu : 
Metode hikmah, metode mau’izah khasanah, meode mujadalah billati hia ahsan, banyak penafsiran para Ulama‟ terhadap tiga prinsip metode tersebut antara lain :
a. Metode hikmah menurut Syeh Mustafa Al-Maroghi dalam tafsirnya mengatakan bahwa hikmah yaitu; Perkataan yang jelas dan tegas disertai dengan dalil yang dapat mempertegas kebenaran, dan dapat menghilangkan keragu-raguan.
b. Metode mauizah khasanah menurut Ibnu Syayyidiqi adalah memberi ingat kepada orang lain dengan fahala dan siksa yang dapat menaklukkan hati.
c. Metode mujadalah dengan sebaik-baiknya menurut Imam Ghazali dalam kitabnya Ikhya Ulumuddin menegaskan agar orang-orang yang melakukan tukar fikiran itu tidak beranggapan bahwa yang satu sebagai lawan bagi yang lainnya, tetapi mereka harus menganggap bahwa para peserta mujadalah atau diskusi itu sebagai kawan yang saling tolong-menolong dalam mencapai kebenaran.


Selain cara-cara tersebut, tentu saja sebagai kaum muda pun bisa menggunakan cara kita sendiri. Apa coba ? Betul sekali. Metode dakwah yang sedang menjadi trend adalah melalui da'i. Nah, metode yang satu ini bakal menjadi lomba wajib dalam peringatan maulid nabi di Smansapati. Dengan metode da'i yang begitu fresh dan tidak membosankan, maka dakwah pun menjadi tidak kaku dan lebih menarik. Sehingga orang-orang yang mendengarkan dakwahnya pun akan merasa senang. Lalu, metode lain yang agak jarang ditemui adalah dakwah melalui internet khususnya blog. Sebenarnya metode yang satu ini juga tidak membosankan, tapi belum banyak yang melakoninya. Apabila kita memanfaatkan secara maksimal salah satu media tersebut sungguh hasilnya akan maksimal pula. Tergantung kita akan memanfaatkan media yang mana.  


Barangkali itulah yang menjadikan beberapa ulama Islam kaliber dunia seperti Yusuf al-Qaradhawi, Wahbah al-Zuhayli, Muhammad Said Ramadan al-Buty dan lain-lain melirik media ini. Sekalipun berada di belahan bumi yang berbeda, tokoh-tokoh ini tetap berkesempatan memberikan pandangan dan fatwa terhadap berbagai persoalan umat Islam dan dunia. Sejak dulu para aktivitis dakwah telah menggunakan berbagai media untuk menjalankan tugasnya. Banyak yang berhasil menjadikan produk teknologi terkini di setiap zamannya untuk menunjang kegiatan dakwah. Fleksibilitas inilah yang membuat dakwah sangat familiar dengan mesin cetak, radio, televisi dan media lainnya. Itulah yang seharusnya dilakukan. Sebab, bagaimana mungkin membangun peradaban dunia jika media dakwah Islam tertinggal jauh dibandingkan dengan media ‘dakwah’ yang merusak keadaban manusia. 

Begitulah, salam hangat. Wassalamualaikum wr.wb.

0 komentar:

Poskan Komentar

"Silakan berkomentar. Jangan sungkan, kritik dan saran pun bukan masalah."