Recent Posts

Cell phone video surveillance solution
Tampilkan postingan dengan label Islamika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Amal Berlipat-lipat Pahala

Assalamualaikum wr.wb.

Tahukah Anda, amal apakah yang bernilai satu kegiatan akan tetapi bisa menghasilkan banyak pahala ?
Jawabannya tentu saja niat. Mengapa niat ? Mari kita bahas bersama.

Niat, bukanlah masalah yang sepele. Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal yang besar menjadi sia-sia karena niat. Maka dari itu, meluruskan serta menjaga niat menjadi sangat penting supaya amal yang kita lakukan tidak sia-sia, bahkan bisa bernilai sangat besar. Maka hendaklah kita senantiasa ingat untuk menetapkan niat-niat yang baik pada setiap amalan kita, sekecil apapun itu. Dan sebuah amalan ketaatan bisa menghasilkan multi pahala jika didasari dengan multi niat.

Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits:
“Barangsiapa berniat untuk melakukan kebaikan lalu tidak jadi melakukannya maka Allah tabaaraka wa ta’ala mencatat disisi-Nya satu kebaikan sempurna, dan jika ia berniat untuk melakukannya lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sepuluh  kebaikan sampai tujuh puluh kali lipat sampai berlipat-lipat yang banyak.” (HR Al-Bukhari no 6491 dan Muslim no 128)

Diantara contoh praktek menggandakan niat-niat kebaikan dalam satu amalan adalah :
Pertama : Duduk di mesjid
Kedua : Menuntut Ilmu
Ketiga : Tatkala berangkat ke mesjid
Keempat : Tatkala membaca atau menghafal Al-Qur’an
Kelima : Tatkala menjenguk orang sakit
Keenam : Ketika puasa sunnah
Ketujuh : Ketika bersedekah dengan hart
Kedelapan : Tatkala mau poligami

Selain itu, multi niat juga berlaku pada perkara-perkara mubah (boleh/halal). Sebagaimana penjelasan di atas bahwasanya perkara-perkara mubah jika dikerjakan dengan niat yang baik maka bisa berubah menjadi bernilai ibadah. Oleh karenanya sungguh kita telah merugi dan telah membuang banyak waktu dan tenaga dalam urusan dunia jika kita tidak meniatkannya untuk akhirat..terlalu banyak pahala tidak kita raih.

Ibnu Qudaamah berkata: “Tidak ada satu perkara yang mubah kecuali mengandung satu atau beberapa niat yang dengan niat-niat tersebut berubahlah perkara mubah menjadi qurbah (berpahala), sehingga dengannya diraihlah derajat-derajat yang tinggi. Maka sungguh besar kerugian orang yang lalai akan hal ini, dimana ia menyikapi perkara-perkara yang mubah (*seperti makan, minum, dan tidur) sebagaimana sikap hewan-hewan ternak.

Dan tidak selayaknya seorang hamba menyepelekan setiap waktu dan betikan-betikan niat, karena semuanya akan dipertanyakan pada hari kiamat, “Kenapa ia melakukannya?”, “Apakah yang ia niatkan?”. Contoh perkara mubah yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah parfum (minyak wangi), ia memakai minyak wangi dengan niat untuk mengikuti sunnah Nabi, untuk memuliakan masjid, untuk menghilangkan bau tidak enak yang mengganggu orang yang bergaul dengannya” (Mukhtasor minhaaj Al-Qoosidhiin hal 362-363)

Sebagai contoh menggandakan niat dalam perkara-perkara mubah:
Pertama : Tatkala makan dan minum
Kedua : Tatkala memakai pakaian
Ketiga : Tatkala menggunakan internet

Nah, warga Celcius hendaknya kita bisa mengambil pelajaran darinya untuk kemudian kita terapkan pada amalan-amalan lainnya. Satu catatan penting adalah “Niat yang baik tidak bisa membuat amal kemaksiatan menjadi amal ketaatan”, makanya dalam tulisan diatas yang disebut adalah amalan ketaatan dan amalan mubah (boleh/halal), karena dalam Islam, “tujuan tidak menghalalkan cara”.
Jadi, jika bisa multi niat, mengapa hanya satu niat?

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.

Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja “Multi Niat…Multi Pahala” di www.firanda.com


Selasa, 17 April 2012

Teori Evolusi, Menurut Islam ?

Assalamualaikum wr.wb.

         Sudah sekian lama, teori ini menjadi perdebatan kunci dalam sejarah perkembangan hidup manusia. Apalagi kalau bukan Teori Evolusi by Charles Darwin. Mari kita bahas bersama.

Sejarah asal mula manusia menurut Islam dan teori evolusi menurut para ahli. Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia.
Banyak para ahli mempercayai bahwa, kehidupan manusia berawal dari terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia modern, Homo sapiens. Pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.                   
Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. Biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.
Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa memindahkan berat ke tangan.
Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.
Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.
Kemudian, Homo erectus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah dan digantikan Homo sapiens, manusia modern.

Itulah sejarah asal mula manusia menurut teori evolusi, Akan tetapi, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam (QS> Al Hijr (15): 28-29) yang artinya :

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Tahap kejadian manusia menurut Islam

Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15): 26)
Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)

Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak...” (QS. An Nisaa’ (4) : 1)

Dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan:
“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)
Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.

Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
“Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).” (HR. Bukhari-Muslim)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah.

Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).

Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum.

Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : “Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu”. Selain iti beliau juga mengatakan, “Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan).

Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.”

Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :

“...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)...” (QS. Az Zumar (39) : 6).
 
Lalu apakah hikmah dari teori ini ?
Allah berfirman bahwa pikiran manusia memiliki keterbatasan, akan tetapi IA juga berfirman bahwa segala sesuatu yang diciptakan pasti memiliki tujuan-tujuan tersendiri. Tidak ada satupun yang tidak bermanfaat, dan tiada satupun hal yang tidak diketahui kecuali berkaitan dengan Dzat-NYA.
Wassalamualaikum wr.wb.

Minggu, 26 Februari 2012

Astaghfirullahaladzim, Al-Qur'an Dibakar ?

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius tahukah Anda berita hangat baru-baru ini ? Ya, khususnya mengenai dunia keislaman yang telah dihebohkan dengan peristiwa pembakaran Al-Qur'an di Afghanistan, lima hari yang lalu. Sungguh merupakan perbuatan yang benar-benar dilaknat oleh Allah SWT. Menghina saja adalah dosa besar, apalagi ada yang berani-beraninya membakar Al-Qur'an. Naudzubillah min dzalik. Mari kita simak peristiwanya.


Peristiwa pembakaran Al-Qur'an yang terjadi di salah satu pangkalan militer NATO di Afghanistan adalah bukan merupakan suatu kesengajaan, seperti yang dikatakan oleh salah seorang anggotanya. Mereka berkutat bahwa Al-Qur'an tersebut tidak sengaja terbawa di tempat sampah bersama dengan barang-barang lain yang hendak dimusnahkan dengan membakarnya.

Seorang jubir dari Parwan Prefecture bersaksi bahwa tak lama setelah pembakaran tersebut, warga didekat lokasi segera mematikan kobaran api dan menyelamatkan Al-Qur'an. Diduga, Al-Qur'an tersebut milik tahanan di Bagram. Setelah kejadian itu, warga yang ikut menyaksikan peristiwa tersebut menyebarkan berita tersebut secara cepat. Alhasil, ribuan massa kini terkumpul dalam aksi protes atas pembakaran Al-Qur'an yang dilakukan oleh NATO. Pihak NATO pun berusaha meminta bantuan para tokoh Afghanistan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi, kelompok yang tergabung dalam aksi protes tersebut terlanjur berkembang biak merebak dengan begitu cepatnya.

Dalam pandangan Islam, segala bentuk penistaan terhadap Islam dan syiar-syiarnya sama dengan ajakan berperang. Pelakunya akan ditindak tegas oleh Khilafah. Seorang Muslim yang melakukan penistaan dihukumi murtad dan dia akan dihukum mati. Bagi non-muslim, bisa dikenai ta'zir yang sangat berat, hingga sampai pada hukuman mati. Bagi non-muslim yang tinggal di negara kafir seperti AS dan sebagainya, maka Khilafah akan memaklumkan perang terhadapnya untuk menindak dan membungkam mereka. Dengan begitu, siapapun tidak akan berani melakukan penodaan terhadap kesucian Islam.

Telah disepakati oleh para fukaha dari berbagai mazhab, bahwa hukum menghina al-Quran jelaslah haram, apapun bentuknya, baik dengan membakar, merobek, melemparkan ke toilet maupun menafikan isi dan kebenaran ayat dan suratnya. Jika pelakunya Muslim, maka dengan tindakannya itu dia dinyatakan kafir (murtad). Jika dia non-Muslim, dan menjadi Ahli Dzimmah, maka dia dianggap menodai dzimmah-nya, dan bisa dijatuhi sanksi yang keras oleh negara. Jika dia non-Muslim dan bukan Ahli Dzimmah, tetapi Mu’ahad, maka tindakannya bisa merusak mu’ahadah-nya, dan negara bisa mengambil tindakan tegas kepadanya dan negaranya. Jika dia non-Muslim Ahli Harb, maka tindakannya itu bisa menjadi alasan bagi negara untuk memaklumkan perang terhadapnya dan negaranya.

Mungkin karena itulah sekelompok pemrotes dalam peristiwa yang bisa dibilang "menghina" yaitu pembakaran Al-Qur'an berkeinginan melakukan aksi yang lebih lanjut. Hingga hari ini, mereka dikabarkan masih terus melakukan aksi protes terhadap NATO. 

Nah, kita sebagai umat Islam haruslah ikut prihatin atas peristiwa pembakaran Al-Qur'an tersebut. Tapi, entahlah hanya Allah SWT yang tahu apakah perbuatan tersebut tidak disengaja ataukah memang disengaja. Semoga, kita bisa menjaga, merawat, mengamalkan, dan meninggikan Al-Qur'an dalam hidup kita karena tak lain Al-Qur'an adalah jalan menuju kebenaran dan petunjuk menuju kemuliaan. 

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.

Sabtu, 25 Februari 2012

Nabi Muhammad Sebagai Orang Paling Berpengaruh Di Dunia

Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillah warga Celcius, kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena insyaAllah kita berada di jalan yang benar. Karena apa, seseorang yang telah menjadi Nabi dan Rasul kita menjadi seseorang yang paling berpengaruh di dunia. Mau tahu mengapa Rasulullah SAW disebut sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia ? Mari kita simak bersama.

Dalam sebuah buku yang bertajuk " The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History" buah karya Michael H.Hart menyebutkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah orang yang menduduki peringkat pertama dari seratus orang yang paling berpengaruh sedunia.Ia memberikan alasan mengapa Rasulullah SAW menjadi orang yang paling berpengaruh di dunia. Menurut penilaiannya, Nabi Muhammad 
SAW adalah satu-satunya orang dalam sejarah peradaban manusia yang berhasil meraih sukses luar biasa baik dari segi agama maupun ruang lingkup duniawi. Nabi Muhammad SAW telah berhasil meyakinkan masyarakat kafir Quraisy agar mau meninggalkan kebiasaan menyembah berhala menuju sikap ketauhidan yang hakiki yakni meng-Esa-kan Allah sebagai Tuhan.

Nabi Muhammad SAW juga telah berhasil mengemban amanat sebagai nabi dan rasul Allah, meyakinkan umat sampai akhir zaman bahwa agama Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia (Al-A’raf:156) serta rahmatan lil ‘alamin/rahmat bagi semesta alam (Al-Anbiya:107). Kini setelah wafatnya, agama Islam dengan kitab suci Al-Quran serta As-sunahnya telah menjadi keyakinan, pedoman dan pegangan hidup sebagian besar umat di dunia. Penghargaan dan penghormatan seorang H. Hart terhadap keberadaan Nabi Muhammad SAW yang dalam literasi Islam diyakini sebagai Rasulullah serta nabi dan rasul terakhir/penutup atau khataman nabiyyin (Al-Ahzab 40, Al-Fath 29) juga merupakan kewajiban seluruh umat Islam dalam berbagai dimensi waktu : masa lalu, masa kini maupun masa mendatang mengingat Nabi Muhammad SAW diyakini perilaku kehidupannya adalah contoh teladan yang baik/uswatun hasanah (Al-Ahzab 21), berakhlak mulia (Al-Qolam 4) serta bersih dari dosa dan kesalahan (Al-Fath 2).

Allah SWT telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad SAW jauh sebelum kelahiran beliau, bahkan nabi-nabi sebelumnya telah pernah diangkat janjinya untuk percaya akan datangnya seorang rasul (Ali Imran 81). Tanda-tanda lain menurut Quraish Shihab (1999) terlihat pula dari bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabiul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya Abdul Muthalib bergelar Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu melahirkan bernama Asy-Syifa’ (yang sempurna dan sehat) serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa’diyah (yang lapang dada dan mujur), semuanya mengisyaratkan keistimewaan serta berkaitan erat dengan kepribadian Nabi Muhammad saw.

Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari keluarga yang sederhana, peninggalan ayahnya Abdullah sesudah wafat hanyalah lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan yaitu Umm Aiman, yang kemudian menjadi pengasuh Nabi, semuanya menggambarkan bahwa keluarga Muhammad bukan keluarga yang kaya, tapi bukan pula keluarga yang miskin. Allah SWT kemudian memberinya hidup berkecukupan, khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s. sebagaimana firman-Nya, “Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam kedaan kekurangan, lalu memberimu kecukupan” (Q.S. Ad-Dhuha: 6-8).
Kebimbangan dan keraguan beliau digambarkan dalam Alquran manakala ia sendiri tidak pernah menduga akan mendapat tugas mulia dari Allah SWT harus menjalankan tugas sebagai nabi (penyampai berita) pada usia 40 tahun yang disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqro’ bismi Rabbik. Selanjutnya dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT melalui wahyu-Nya atas perantaraan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah SWT yakni menyampaikan ajaran Islam, bukan saja untuk masyarakat dan waktu tertentu, tetapi untuk seluruh manusia di setiap waktu dan tempat, sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah (hai Muhammad), wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua.” (Al-A’raf 158).
Nah, dari penjelasan tersebut bisa kita ambil hikmah yaitu sebagai kaum muslimin yang bersaksi bahwa Allah SWT adalah Tuhan, dan Rasulullah Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir serta rahmat bagi semesta alam, maka marilah kita renungkan dan marilah kita contoh seluruh kebaikan yang ada pada diri Rasul karena sesengguhnya kesempurnaan telah diberikan kepadanya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang tetap menjaga keimanan dan keislaman kita bahkan lebih bertambah setelah mengetahui bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling berpengaruh di dunia. Subhanallah.

Sekian, Wassalamualaikum wr.wb.

Rabu, 22 Februari 2012

Sebab-Sebab Penyakit Hati

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, apa sih penyakit hati itu ? Yang jelas bukan hati liver ya, tapi hati perasaan kita. Nah, terkadang kita sering mengalami sakit ini, bahkan ada yang menyebutkan penyakit ini lebih berbahaya dibandingkan penyakit jasmani yang paling berbahaya. Dan tak menutup kemungkinan bagi kita untuk mengidap penyakit yang satu ini. Penyakit itu adalah penyakit hati. Warga Celcius, ada pepatah mengatakan "mencegah lebih baik daripada mengobati". Jadi, ada baiknya jika kita mengetahui apa saja sih penyebab penyakit hati.

Sebab penyakit hati pertama, berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syirik adalah jika seorang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah kepada-Nya. Di samping dia beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dia juga beribadah kepada selain Allah. Perbuatan syirik adalah perbuatan yang sangat tercela dan terlaknat. Orang yang terkena penyakit ini ia akan menjalani hidupnya di dunia ini dengan iman dan aqidah yang cacat, hatinya akan selalu sakit, semua yang dilakukannya hanya berkisar nafsu belaka, dia tidak akan mengenal agama Islam ini dengan baik, sebaliknya dia akan mendapatkan kesedihan, perasaan takut, dan kehancuran, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati orang-orang yang berbuat syirik kedudukannya lebih rendah dari binatang-binatang ternak. Disebutkan di dalam Alquran, orang yang berbuat syirik seperti seorang yang jatuh dari langit, kemudian disambar oleh burung-burung, dan dicabik-cabiknya, atau dilemparkan oleh angin ke tempat yang jauh dan hina.” Nas’alullaha al-afiyah.

Sebab penyakit hati kedua, perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apabila kemaksiatan sudah bertumpuk dalam hati seseorang, maka dia akan menghalangi pandangan hati sehingga dia tidak dapat melihat, menyadari, memahami serta berfikir tentang ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
 “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dijuurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’raf: 176)

Sebab penyakit hati ketiga adalah kelalaian dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengingatkan hal ini sebagaimana dalam firman-Nya,
 “Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit). Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 97)
Orang yang lengah atau lalai diibaratkan seperti orang yang masuk ke dalam masjid lalu setan menekannya sehingga orang tersebut tidak berdzikir kepada Allah sedikit pun, seperti orang yang datang ke sebuah majelis ta’lim dia malah tertidur atau memikirkan hal-hal dunia, sehingga ia tidak memahami isi dari kajian tersebut.
Kelengahan menyerang hati seseorang, sehingga membuatnya berpaling dari taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak senang berdzikir, tidak senang mendengar suatu kebaikan dan tidak mau mendekat kepada ahli dzikir yaitu para ulama.

Sebab penyakit hati keempat adalah berpaling dari mempeajari ilmu agama, mendalami, dan mempelajari sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pada zaman sekarang ini, kita sering mendapati orang lebih faham ilmu dunia daripada ilmu agama, bahkan masalah-masalah yang ringan dalam agama mereka tidak mengetahuinya, tata-cara berwudhu atau mandi sesuai sunah atau yang lebih sederhana dari pada itu mereka tidak memahaminya, mereka lebih mendahulukan urusan dunia yang fana ini. Kemudian ada sebagian kaum muslimin yang berpaling dari membaca dan memahami Alquran dan al-Hadis, sehingga hati mereka terjangkit suatu penyakit berbahaya. Realita membuktikan pada zaman sekarang ini, banyak para pemuda muslim yang buta akan huruf Alquran dan tidak bisa membacanya. Mereka enggan belajar ilmu agama Islam yang benar, yang digali dari Alquran dan sunah berdasarkan pemahaman para pendahulu mereka yang shaleh seperti para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka lebih menyukai mempelajari buku-buku hasil karya musuh-musuh Islam.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Sebab penyakit hati kelima, sibuk dengan urusan dunia dan mengabaikan agama.

Apabila seorang telah terjangkit penyakit ini, maka waktu-waktunya, baik siang atau malam ia habiskan untuk mengejar dunianya, pikirannya terfokus agar tercapai semua keinginannya. Adapun akhirat mereka kesampingkan sehingga tidak heran kalau kita dapati di masjid-masjid kaum muslimin ketika khutbah Jumat mereka tertidur, tidak memperhatikan dan mendengarkan khutbah, padahal mendengarkan dua khutbah tersebut hukumnya wajib, yang demikian karena mereka telah kelelahan dengan urusannya. Kalaupun mata mereka tidak tertidur pikirannyalah yang terbang melayang bersama angan-angan dan lamunannya.

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Nah, begitulah penyebab-penyebab penyakit hati. Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang lalai hati kita dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mudah-mudahan Allah menolong kita sehingga senantiasa kita dapat menghindari penyebab-penyebab sakit hati tersebut dan senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah-Nya. Amin.

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.

Sabtu, 18 Februari 2012

Huru-Hara Di Tahun 2012

Assalamualaikum wr.wb

Hmm, warga Celcius kali ini kita akan membahas tentang "sesuatu" yang agak mengerikan. Apakah itu ? Mengenai huru-hara yang ditelaah akan terjadi di tahun ini, tahun 2012. Simak ya !

Apa sih huru-hara itu ? Huru-hara merupakan sebuah peringatan dari Allah SWT kepada seluruh umatnya di alam semesta ini melalui suara gemuruh yang sangat dahsyat yang terdengar dari langit. Nah, kejadian ini masih berupa telaah atau prediksi dari para ahli. Terdapat dalam sebuah hadist shahih karena tak mungkin Nabi mengarang-ngarang cerita tanpa datangnya dari wahyu Allah karena apa yang Nabi ucapkan pasti berasal dari wahyu Allah dan kita wajib mengimaninya. Akan tetapi, wallahu a'lam hanya Allah yang tahu, belum tentu prediksi manusia itu tepat karena ini berdasarkan ilmiah saja.

Huru-hara akan terjadi tepat pada pertengahan bulan puasa yaitu tanggal 15 Ramadhan. Jika kita menilik kalender masehi 2012, maka tanggal 3 Agustus 2012 tepat bersamaan dengan jatuhnya 15 Ramadhan. Hal ini sama dengan sebuah hadist Nabi Muhammad SAW tentang huru-hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan bulan Ramadhan yaitu pada hari Jum'at 15 Ramadhan di bumi ini.

Huru-hara tersebut akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur. Suatu suara yang maha dahsyat akan terdengar dari langit, bukan merupakan kiamat tetapi huru-hara tersebut akan melenyapkan umat manusia diatas muka bumi ini sebanyak 2/3, yang tinggal hanya 1/3 saja. Huru-hara ini ditelaah berdasarkan hadist Nabi muhammad SAW berikut ini :

Dari Nur'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sahabatnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itu...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah ..? " Beliau menjawab: "Suara keras dipertengahan bulan Ramadhan pada malam Jum'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lub angnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga-telinga kalian jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah SWT."

Wallahu a'lam bisshowab. Ya, kita harus berdo'a saja dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Agar kita tergolong pada 1/3 manusia yang selamat dari huru-hara tersebut. Walaupun kajian ini masih bersifat prediktif, akan tetapi kita harus waspada. Kita harus mempersiapkan bekal kita mulai dari sekarang.

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.




Rabu, 15 Februari 2012

Indigo Menurut Pandangan Islam

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, pernahkah anda bertemu dengan mereka ? melihat mereka ? atau sekedar mendengar nama-nama mereka ? Berikut ini akan kita bahas bersama mengenai "indigo" menurut pandangan Islam. 

Indigo berdasarkan kemampuannya biasanya memiliki kemampuan untuk menembus dimensi lain (masa depan) atau melihat makhluk-makhluk halus di sekitarnya bahkan berinteraksi dengan mereka yang biasa disebut kemampuan interdimensional. Dalam keyakinan islam, yang memiliki kelebihan melihat jin dan masa depan hanyalah wali Allah saja, yaitu orang-orang yang senantiasa dekat dan dicintai oleh Allah SWT. Apakah ini berarti setiap indigo adalah orang-orang yang senantiasa dekat dan dicintai oleh Allah ? Padahal telah dijelaskan dalam hukum melihat makhluk halus yaitu siapa saja yang dapat melihat makhluk halus hanyalah Rasul, Nabi, dan para Waliullah. 

Menurut Ustadz Ahmad Abu Musa, ada 3 kemungkinan dari penglihatannya jin yang terjadi pada selain golongan diatas, yaitu :
1. Ada jin (baik satu maupun lebih ) yang bersemayam dalam dirinya, sehingga orang yang disemayami mampu melihat "teman" dari jin yang bersemayam tersebut. Tentu saja, orang tersebut bisa melihat jin dan orang lain tidak bisa melihat karena orang lain tidak disemayami jin.
2. Jin menyamar menjadi bentuk lain seperti hewan atau benda, hal ini menyebabkan semua manusia mampu melihat jin tersebut. Dan perlu diingat, Allah SWT telah menciptakan alam nyata untuk manusia dan alam ghoib untuk bangsa jin. Maka jika jin memperlihatkan diri di alam manusia, akan memerlukan energi yang besar dan belum termasuk hukuman dari Allah SWT karena telah melanggar hukum yang telah diciptakan Allah SWT.
3. Kemungkinan yang terakhir adalah orang yang melihat jin tersebut melakukan dusta atas penglihatan jinnya.

Lalu mengapa seseorang bisa disebut indigo ? Ustadz Abu Musa menjawab, ada salah satu dari leluhur anak indigo yang melakukan persekutuan dengan jin. Ini menyebabkan ada jin yang bersemayam dalam diri keturunannya. Mengenai prediksi tentang masa depan, itu sebenarnya pekerjaan dari jin yang bersemayam dalam dirinya dan tentunya jin musyrik yang banyak bertapa sehingga memiliki kekuatan yang besar dan mampu meramalkan masa depan dan mungkin bisa jadi itu semua skenario jin tersebut.

Sebagai seorang muslim, kita wajib tidak percaya pada hal tersebut, kenapa? karena alam sesudah kematian di dunia adalah alam barzah. Di alam barzahlah kita akan ditanya oleh 2 malaikat (Munkar dan Nakir) dan setelah ditanya, apakah amalan kita baik atau buruk, maka jika buruk kita akan mendapatkan siksa kubur dan jika baik Allah akan membukakan pintu surga sehingga bau surga yang wangi akan senantiasa semerbak di kubur kita. Adapun masalah melihat orang meninggal, itu sebenarnya bukanlah orang yang sudah meninggal , itu adalah kerjaan dari jin musyrik yang menyerupai orang yang sudah meninggal. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam efek medan magnet. Misalnya, apabila sepotong jarum yang digosokkan pada sebuah magnet, maka jarum itu akan memiliki sifat kemagnetan. Akan tetapi, jarum itu bukanlah magnet yang sesungguhnya. 

Kita tak tahu apakah indigo adalah mukjizat dari Allah ataukah sekedar titisan dari para jin musyrik. Sebenarnya, ada cara yang digunakan untuk menghilangkan kemampuannya. Dengan metode ruqyah, yaitu membacakan ayat-ayat suci Allah disamping orang yang dijuluki indigo tersebut. Namun, perlu kita tahu, jika seorang itu merupakan indigo kuat dalam artian jin yang didalamnya kuat, maka akan lebih lagi tingkatan dalam ruqyahnya, namun tetap saja bisa dihilangkan selama ia mau untuk menghilangkannya. Selama ada niat dalam dirinya sendiri. 

Nah, warga Celcius begitulah pandangan Islam terhadap para indigo. Yang pada dasarnya kemampuan istimewa yang diberikan oleh Allah tidak akan diberikan pada sembarang orang. Akan tetapi, Allah akan memberikan keistimewaan itu pada orang-orang yang dekat dan dicintai oleh-Nya. 

Lantas, bagaimanakah menurut Anda ? 

Wassalamualaikum wr.wb. 


Tebarkan Salam, Meraih Ilham

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, inilah salah satu penyebab saya dalam menulis setiap postingan dalam blog ini selalu mengawali dengan salam dan mengakhirinya pula dengan salam.

Salam adalah salah satu dari asma Allah swt. Mengucapkan salam, baik kepada orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal akan membangkitkan rasa aman, mempererat ikatan, dan menumbuhkan rasa cinta. Rasulullah sendiri telah berwasiat tentang itu. Dari Abu Hurairah R.A., ia berkata bahwa Rasul bersabda :
 
“Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu mau jika aku tunjukkan pada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)
Dengan begitu, Rasulullah saw telah meletakkan tangan kita pada satu kunci yang amat penting. Mengucap atau menjawab salam akan dapat memberikan gambaran seberapa jauh orang itu iltizam dengan ajaran Islam. Ada perbedaan yang amat besar antara orang yang mengucapkan salam lalu dijawab dengan salam dengan orang yang mengucapkan “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” lalu dijawab dengan “Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh”. Ada beberapa orang yang tatkala Anda mengucapkan “Assalamu‘alaikum”, mereka menjawab dengan “Selamat Pagi” atau “Selamat Datang”, atau dengan jawaban-jawaban yang lain. Dengan mengucap dan menjawab salam, Anda dapat mengenal orang lain dan mengetahui tingkat konsistensi mereka terhadap ajaran agama. Sebagian orang ada yang mengucapkan salam sebagaimana seorang komandan militer memerintah anak buahnya, padahal mengucapkan salam merupakan ucapan selamat yang tersusun dari untaian kata-kata yang sangat indah, yakni “as-salam” (kesejahteraan), “arrahmah” (rahmat), dan “al-barakah” (berkah). Ucapan salam hendaknya keluar dari lubuk hati yang paling dalam dan dikeluarkan dengan disertai pera-saan kasih sayang, karena tujuan dari sebuah perkenalan adalah pernyataan hati. 
Menjawab salam hukumnya wajib. Kita akan dapat membuat orang yang mengucap salam itu bersimpati kepada kita, yaitu tatkala dengan sikap tanggap kita menjawab ucapan salam tersebut dengan ucapan salam yang lebih baik dan dengan tatapan wajah yang dihiasi dengan senyuman.


Allah swt berfirman, “Apabila kalian diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu.” (An-Nisa’: 86)


Mengucap salam di suatu tempat yang asing bagi kita, pada saat kita sangat membutuhkan seorang teman, akan memberikan perasaan aman bagi kita dan membuat orang yang berhadapan dengan kita merasa simpati. Ada pepatah kuno mengatakan, “Seandainya bukan karena salam yang kau ucapkan sebelum kau berbicara, niscaya aku telah memakan dagingmu sebelum memakan tulangmu.” 
Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Yang mengendarai kendaraan hendaklah mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki hendaklah mengucapkan salam kepada yang duduk, yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, dan yang muda mengucapkan salam kepada yang tua. Keutamaan orang yang lebih dahulu mengucapkan salam adalah sangat besar.”
 
Dari Umamah ra., la berkata bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasul, di antara dua orang yang bertemu, manakah yang lebih dahulu mengucapkan salam?” Rasul menjawab, “Yang lebih mencintai Allah swt.”
Dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “‘As-salam’ adalah salah satu dari asma Allah yang diletakkan di bumi, maka sebarkan salam di antara kamu.” (HR. Bukhari)
Di antara taujih Khalifah Umar bin Khathab ra. adalah, “Tiga hal yang dapat membuat kecintaan saudaramu terhadapmu menjadi tulus (hanya karena Allah) ialah, lebih dahulu mengucapkan salam, memanggilnya dengan panggilan yang ia sukai, dan memberikan tempat duduk dalam satu majlis.” “Menjadi tulus” adalah sebuah ucapan indah yang dapat membersihkan rasa cinta dari tujuan duniawi.

Jadi, salam pun memiliki hakikat yang cukup penting dalam kehidupan dan komunikasi. Walaupun sesungguhnya kita belum saling kenal-mengenal, tapi apabila kita mencoba untuk menyapa mereka dengan "Assalamu'alaikum" niscaya tali kebersamaan akan segera terhubung. Selain itu, sebagai warga Celcius marilah kita mengaplikasikan niat mulia ini dalam lingkungan pergaulan kita. Agar tercipta kehidupan yang saling peduli dan kehidupan yang harmoni. Tebarkan salam, meraih ilham, satukan persaudaraan, mari kita budayakan.

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.
 

Selasa, 14 Februari 2012

Memahami Dzikir

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, Allah SWT memerintahkan para hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir. Barangsiapa mencintai Allah SWT niscaya dengan senang hati ia memperbanyak mengingat Allah. Betapa tidak, Allah SWT merupakan Dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak sepantasnya seorang yang mengaku beriman kepada Allah lalu menjadi orang yang malas dan enggan mengingat-Nya. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (ingatlah) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33] : 41)

Salah satu ciri khas masyarakat jahiliyah, di zaman kapanpun dan di negeri manapun, ialah lalai dalam mengingat Allah. Mereka tidak memandang perlu menjadikan Allah sebagai fokus perhatian dalam hidupnya. Mereka menyangka bahwa segala gerak-gerik hidupnya dapat diatur oleh dirinya sendiri dan menurut nilai-nilai, aturan dan hukum buatannya sendiri. Allah hanyalah tempat meminta saat sedang menghadapi kesulitan. Tapi, secara umum mereka memandang bahwa Allah, nilai-nilai dien-nya, aturan-Nya apalagi hukum-Nya tidak perlu dilibatkan di dalam kehidupan mereka. Sungguh sombong sekali sikap kaum jahiliyah itu. Padahal di dalam ajaran Islam Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kepada ummatnya agar tidak sekedar rajin memperbanyak dzikrullah. Tapi hendaknya berdzikrullah dengan cerdas. Artinya kita disuruh memilih dan mengamalkan dzikir mengingat Allah yang efisien. Jumlah sepertinya tidak terlalu banyak tetapi bobotnya berat di sisi Allah dan RasulNya. Salah satu contohnya ialah yang dijelaskan melalui hadits shahih di bawah ini:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ مَا

 زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ

 مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan 'Amru An Naqid dan Ibnu Abu 'Umar -dan lafadh ini milik Ibnu Abu 'Umar- mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin 'Abdurrahman -budak- keluarga Thalhah dari Kuraib dari Ibnu 'Abbas dari Juwairiyah bahwasanya Nabi SAW keluar dari rumah Juwairiyah pada pagi hari usai shalat Subuh dan dia tetap di tempat shalatnya. Tak lama kemudian Rasulullah kembali setelah terbit fajar (pada waktu dhuha), sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempat shalatnya. Setelah itu, Rasulullah menyapanya: "Ya Juwairiyah, kamu masih belum beranjak dari tempat shalatmu?" Juwairiyah menjawab; 'Ya. Saya masih di sini, di tempat semula ya Rasulullah.' Kemudian Rasulullah berkata: 'Setelah keluar tadi, aku telah mengucapkan empat rangkaian kata-kata sebanyak tiga kali yang kalimat tersebut jika dibandingkan dengan apa yang kamu baca seharian tentu akan sebanding, yaitu:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, menurut keridlaan-Nya, menurut arasy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.'' (Hadits Shahih Muslim No. 4905)

Bayangkan saja, Rasulullah begitu rajinnya mengingat Allah. Bagaimana dengan kita ? Semoga Allah pun memberikan kita ketekunan untuk mengingat-Nya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca setiap pagi dan petang sebanyak tiga kali saja kalimat berikut ini :
 سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Apakah warga Celcius sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika belum, marilah bersama-sama meningkatkan ketekunan kita untuk mengingat Allah melalui berdzikir. 
Wassalamualaikum wr.wb.

Siapakah Ibnu Ismail Al-Jazari ?

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius kali ini kita akan mengenal seorang tokoh Islam yaitu Ibnu Ismail Al-Jazari. Ada yang tahu siapakah beliau ? Jika belum, mari kita simak bersama-sama.

Ibnu Ismail Al-Jazari biasa dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Eufrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik. Beliau dikenal sebagai ilmuwan muslim penemu konsep robotika modern.

Seorang sahabat, Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Buku ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika. Selain itu, buku ini merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.
 
Di tahun 1206 pula, Al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya. Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. 
 
Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud. Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.
 
Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal. Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi. Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma.

Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya. Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-Jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya.

Masih banyak penemuan luar biasa lain Al-Jazari di bidang mekanika. Akan tetapi, sangat disayangkan karena buah pikir Al-Jazari tidak dipatenkan. Hal ini jelas penting karena ilmuwan-ilmuwan Eropa yang membajak karyanya dengan sigap mematenkannya. Mungkin inilah yang disebut sosok berjasa sesungguhnya yang tak ingin dikenal jasanya. Walaupun buah pikirnya telah disergap oleh Barat, ia pasti yakin bahwa apa yang telah ia lakukan akan sangat berguna bagi kehidupan manusia termasuk futuristiknya.

Nah, warga Celcius setelah mengenal sosok Al-Jazari apa yang terpikir dalam benak kalian ? Ya, kita harus mengambil hikmah dan keteladanan dari beliau. Adalah sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari kita terutama sebagai pelajar, kita pun harus bisa mengamalkan apa saja yang telah kita dapatkan dari pelajaran. Dengan begitu, ilmu kita akan bermanfaat layaknya jasa besar Al-Jazari. Dan yang penting jauhilah kesombongan. Karena kesombongan itulah yang membuat sebuah jasa dan ilmu kurang bermanfaat.

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.

Senin, 13 Februari 2012

10 Hal Yang Mendatangkan Cinta Allah

Assalamualaikum wr.wb.

Warga Celcius, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara-cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin. Mau tau ? mau tau ?

Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an.

Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Nah, yang paling penting untuk mendatangkan kecintaan Allah yaitu dengan menjaga keimanan dan keislaman kita. Serta dengan menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Semoga kita semua bisa meraih cinta dari Allah SWT. Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.




Dikutip dari Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh

Global Promotion Alliance